Disadari atau tidak, dasar sebagian besar orang berumah tangga adalah untuk menyempurnakan agamanya. Hal inilah yang perlu diwanti – wanti, dicermati terus guna membangun sebuah rumah tangga yang bahagia.
Rasulullah SAW bersabda, “Ketika seorang hamba menikah, maka sungguh ia telah menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah pada separo sisanya.” (Rowahu al-Baihaqi)
Sebagai start awal dan dasar tindakan, maka ke depannya harus dipahami terus dan dilestarikan, jika dalam perjalanan biduk rumah tangganya melenceng atau keluar jalur dari tujuan utamanya: untuk menyempurnakan agama. Bagi pasutri yang tidak meletakkan niat menyempurnakan agama ini sebagai hal yang utama dan number one, maka sebaiknya harus segera dikoreksi. Taruhlah hal ini sebagai prioritas utama. Sebab kesempurnaan agama yang dimaksud bukanlah kesempurnaan agama satu pihak saja. Kesempurnaan agama suami thok atau kesempurnaan agama istri thok. Melainkan kesempurnaan agama bagi kedua belah pihak, baik suami maupun istri. Jadi, kalau yang merasa diuntungkan hanya sebelah pihak saja berarti kurang sempurna. Harus dua – duanya. Ya, baik dari suami maupun istri. Dan keadaan saling menguntungkan inilah maksud adanya janji pertolongan Allah karenanya.
Dari Abu Huroiroh ra. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga manusia yang Allah pasti menolong mereka, yaitu mujahid di jalan Allah, budak yang berniat melunasi pembebasannya, dan orang yang menikah karena ingin terjaga.” (Rowahu at-Tirmidzi, ia berkata ini hadits hasan shohih).
Karena dasar menyempurnakan agama itu bersifat universal, multi aspek, maka ia tidak menafikan adanya pilihan – pilihan lain dalam memilih calon pasangan. Boleh pilih yang cantik rupawan, boleh memilih yang model kebarat – baratan, boleh yang kriting, dsb asal suka dan agamanya oke punya. Juga boleh memilih yang kaya, bisnisman, enterpreneur, dsb yang penting punya agama yang paten. Boleh juga memilih yang ningrat, berpangkat, dsb asal tetap ditunjang agama yang baik. Atau bahkan gabungan dari ketiganya cantik, kaya dan ningrat dengan kualitas pemahaman agama yang akuntabel. Orang jawa bilang bobot, bibit, bebet. Namun pilihan – pilihan itu ada konsekuensi dan problematikanya, sehingga Nabi SAW memberikan password agar dalam mengusung niat berumah tangga atas dasar agama. Sebab ia mencukupi, mampu mewadahi dan melintasi batas ketiga unsur lainnya.
Dari Abu Huroiroh ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya, raihlah/carilah yang taat beragama, niscaya kamu beruntung.” (Rowahu al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i dan Ibnu Majah).
Pada dasarnya kecantikan, kedudukan dan kekayaan bersifat lahiriah semata. Sedangkan ketaatan beragama bersifat lahir dan batin. Berasal dari kepahaman hati dan tampak dalam amalan. Kepahaman membungkus setiap sifat dan gerak – gerik dalam keseharian. Singkatnya dengan mempunyai kepahaman agama yang baik, seperti bertindak di saat yang tepat, tempat yang tepat dan sasaran yang tepat. Jadi tidak pernah meleset. Oleh karena itu, sungguh sangat berharga mempunyai pasangan yang taat beragama.
Dari Anas ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang dikaruniai Allah istri yang sholihat, maka sungguh Allah telah menolongnya atas separo agamanya, maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam separo yang lainnya.” (Rowahu ath – Thabrani dalam al-Mu’jam al-Ausath dan al –Hakim)
Kamis, 10 Desember 2009
Memilih Pasangan
Diposkan oleh alexbernadi di Kamis, Desember 10, 2009 0 komentar
Label: Nasehat
Senin, 05 Oktober 2009
Tentang Perkawinan & Pernikahan
Fenomena ini membuat sebagian orang takut untuk menikah, sehingga mereka lebih senang melajang dan menikmati kesendiriannya.
Sebelum kita memutuskan untuk memasuki pernikahan, kita harus mengerti dengan baik tentang APA, MENGAPA & BAGAIMANA kita menikah
APA ITU PERNIKAHAN?
Pernikahan adalah sebuah hubungan total antara dua lawan jenis yang terikat dalam semua aspek kehidupan mereka dalam kurun waktu selamanya, bukan srminggu, sebulan, setahun, atau sepuluh tahun.
Hubungan ini adalah mencakup hubungan intelektual, hubungan emosional, hubungan spiritual, hubungan social dan tentunya hubungan secara fisik.
Pernikahan tidak sama dengan hubungan kontrak.
Pernikahan adalah sebuah perjanjian tanpa syarat dan bukan untuk saling menuntut. Pernikahan harus berlandaskan CINTA yang ingin memberi kepada pasangannya
MENGAPA KITA MENIKAH?
Kita adalah mahluk sosial yang memerlukan kumunitas untuk hidup bertumbuh dan berkembang. Kita menikah membutuhkan seseorang yang bisa diajak bercengkrama ketika senang, menangis bersama ketika sedih, tertawa ketika gembira. Paling tidak kita masih memiliki seseorang yang peduli dan memperhatikan kita ketika usia telah lanjut dan anak-anak telah menikah meninggalkan kita.
Menikah juga salah satu misi Tuhan yang harus kita jalankan dalam memenuhi bumi ini dengan anak dan cucu kita. Sehingga harus kita sadari, kalau kita menikah maka kita sudah menjadi satu bagian yang tidak dapat dipisahkan oleh manusia.
BAGAIMANA SIH....KITA MENIKAH?
Pernikahan sehat harus berdasarkan CINTA antara kedua belah pihak yang sepakat untuk membangun sebuah hubungan total. Keterbukaan dan saling percaya adalah perekat dalam pernikahan dan hal ini dapat dijadikan dasar dalam membangun pilar-pilar kemunikasi di dalam pernikahan.
Masing-masing pihak harus mnegenali diri sendiri dan pasangannya. Kemudia kita juga mengetahui peranan masing-masing dalam pernikahan. Peran suami dalam keluarga adalah sebagai pemimpin, sumber dan pemelihara, sedangkan peran istri adalah sebagai penolong dan penopang dalam keluarga. Jangan lupa, peran penolong biasanya lebih besar dalam keluarga. Kita dapat melihat contoh dalam kehidupan sehari-hari, yaitu seorang wanita biasanya lebih mampu kerja rangkap mengasuh anak, sambil bekerja san tetap melakukan tanggungjawab rumah tangga dimana biasanya seorang pria akan kewalahan dalam melakukan pekerjaan yang sama tersebut secara bersamaan
ATAP KUANGAN YANG BERSATU
Kita harus mengayomi pernikahan dengan atap keuangan yang bersatu. Tanpa kesatuan dalam keuangan akan selalu membuka exit door dalam pernikahan. Perceraian selalu jadi momok dalam pernikahan
Salam
Alex Bernadi
PS: Bagi Anda yang INGIN mengetahui lebih lanjut seputar masalah pernikahan, serta meminta solusi dari problematika pernikahan Anda, kami menawarkan jasa konsultasi via phone/sms atau pertemuan langsung, silahkan contact: 081585 313 754
Beberapa bulan terakhir cukup banyak yang menghubungi saya sehingga menyita waktu dan pulsa, maka sejak saat ini dengan berat hati kami akan menerapkan fee atas jasa tsb, silahkan contact untuk mengetahui rate fee tsb. Terima Kasih
Diposkan oleh alexbernadi di Senin, Oktober 05, 2009 0 komentar
Label: life
Kamis, 23 Juli 2009
Yang Utama Dalam PerKAWINan
Terlepas dari benar tidaknya perkara KPK yang tengah hangat di sekitar kita, ada satu poin penting yang perlu menjadi perhatian kita bersama yaitu jejaring syaitan. Dalam hadits disebutkan bahwa wanita adalah jaring – jaring syetan, ketika keluar, syaitan selalu menghias-hiasi dan memuliakan wanita sehingga menarik perhatian lawan jenisnya. Kalau sekarang banyak wanita yang protes dengan keadaan tersebut, itu wajar dan syah – syah saja, karena Aisyah dulu pun sudah melakukannya. Kurang lebih dia berkata begini, ”Udah tahu wanita itu syaitan yang diciptakan untuk lelaki, tetapi kenapa juga masih berusaha mendekati.”
Nah, suatu waktu, Nasruddin Hoja berjalan – jalan bersama istri tercintanya. Sebagaimana biasa, begitu melihat wanita cantik, ia pun melirik. Sadar akan hal itu, istri Nasruddin Hoja protes, ”Itulah kerugian laki – laki, selalu merasa wanita lain lebih cantik dari istrinya.”
Merasa dirinya terpojok, Nasruddin Hoja tidak mau kalah, ”Malah terbalik, di situlah letak keberuntungan laki – laki. Selalu sadar akan perlunya mengagumi keindahan. Bukankah keindahan adalah bahasa Tuhan?!”
Entahlah, yang jelas demikianlah manusia zaman ini suka dipermainkan oleh pikirannya. Padahal syetan yang menungganginya. Cirinya sederhana, selalu mencari–cari alasan agar keinginan, hawa nafsu, dan perubahan memperoleh pembenaran. Dan lebih hebat lagi, tatkala alasan–alasan ini ketemu, ada yang meng-klaim diri objektif, alias bebas dari kepentingan serta vested interest. Padahal kanjeng Nabi sudah wanti – wanti, bahwa fitnah terbesar umat ini adalah wanita.
Dari Abu Sa’id al-Khudri, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau dan sesungguhnya Alloh menjadikan kalian sebagai khalifah di muka bumi, maka Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat, maka takutlah terhadap (fitnah) dunia dan takutlah terhadap (fitnah) wanita (karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa Bani Isroil adalah karena fitnah kaum wanita)” (Rowahu Muslim Hadits no 2742, Ahmad 3/22, at-Tirmidzi no 2192 dan Nasa’i)
Diriwayatkan pula oleh An-Nasa’i dengan tambahan, ”Tidaklah aku tinggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki daripada (fitnah) wanita.” (Juga diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhori dari Usamah bin Zaid)
Seribu macam alasan pembenaran bisa diperoleh. Sejuta alasan bisa ditemukan. Namun itu masih bersifat sepihak. Jelas–jelas sudah banyak contohnya, kalau salah memperlakukan seorang wanita.... hidup bisa berantakan. Urusan bisa jadi runyam, gara–gara tidak bisa mendudukkan posisi wanita sebagaimana porsinya. Sebab selain sebagai fitnah, wanita juga sebagai sebaik–baik perhiasan dunia yaitu mar’atus sholihah. Dua sisi ini harus diperlakukan sesuai matra dan waktunya. Salah situasi dan kondisi, adalah bom waktu yang siap meledak setiap saat. Wanita tidak boleh dijauhi, juga tidak boleh diakrabi, kecuali dengan pakem yang jelas.
Salah satu resep yang dianjurkan oleh Nabi SAW adalah menikah. Karena dengan menikah berarti telah terjaga setengah dari agama kita. Jika dipandang perlu, Nabi Muhammad SAW mencontohkan dengan poligami atau wayuh. Akan tetapi, tetap saja perselingkuhan bisa terjadi kepada siapa saja. Kapan saja dan dimana saja. Sekali pun dia sudah wayuh. Itu belum jaminan terhindar dari fitnah wanita. Sebab masih ada setengah yang lain yang perlu dijaga. Di situlah kesempatan syaitan masuk. Nah, yang terpenting dalam prinsip menikah yaitu menikahlah dengan orang yang kau cintai. Tidak penting dia cantik, tinggi, pendek, gemuk atau kurus. Yang penting kita cinta dia. Setelah itu, cintailah orang yang kau nikahi. Kenali, sayangi, hormati dan gembirakan – syukuri, sehingga kita temukan betapa mulianya makhluk yang diciptakan Allah sebagai pasangan hidup kita ini.
Dengan memuliakan pasangan hidup kita, berarti kita memuliakan diri sendiri. Dan memuliakan diri sendiri adalah jalan masuk untuk memperoleh kebahagiaan yang hakiki, sebagaimana orang jawa bilang; garwo – sigaraning nyowo – yaitu belahan jiwa. Seseorang yang rela bekerja sama dengan kita untuk menjaga diri, menghindari pelanggaran – pelanggaran dan untuk beribadah meraih surga bersama – sama.
Ketika kita bisa melalui tahap kedua ini – cintailah orang yang kau nikahi -, kita pasti tersadar apa maksud nasehat perkawinan tempo dulu yang sering berkumandang dengan lantang: pokok bolong. Namun, perkembangan peradaban telah mengikis patron itu. Orientasi kita bergeser karena adanya banyak pilihan. Namun sejatinya, pokok bolong itulah yang utama dalam perkawian. Apalagi kalo lampu mati....Pet..!
(sumbangan tulisan o/ Kusmono)
Diposkan oleh alexbernadi di Kamis, Juli 23, 2009 0 komentar
Label: Provokator PKW
Rabu, 04 Februari 2009
ESENSI PERKAWINAN DALAM ISLAM
Seduluur..pembaca setia blog perkawinan bahagia...yg saya cintai
Mohon maaf....lamaaaa sekali tidak posting....Beberapabulan yll saya resign dari kantor saya..
saya full bisnsis aja....Tulisan berikut ini buat mba teeka...smoga cepat dapat gandengan...amiiin
ESENSI PERKAWINAN DALAM ISLAM
1. Jodoh adalah Takdirnya Alloh.
Alloh telah berfirman dalam Alquran surat Ar-Ruum ayat 21
”Wa min aayaatihii ankholaaqolakum min anfusikum azwaajan litaskunuu ilaihaa, wa ja’ala bainakum mawaddatan warohmah, inna fii zalika la aayaatin yatafakkaruun”
Artinya:
”Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Alloh bahwa Alloh telah menciptakan untukmu isteri-isteri dari kalanganmu sendiri, agar kamu sekalian tentram kepadanya, dan Alloh telah menjadikan diantara kamu sekalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya didalam demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Alloh bagi orang-orang yang berfikir."
Penjelasan:
Ayat ini menjelaskan TENTANG PERJODOHAN, Bahwa sebagai tanda kekuasaan Allah, Allah telah menciptakan manusia dan memberi setiap diri itu pasangan/jodoh atau istri. Bahkan dalam ayat itu disebutkan jamak yaitu istri-istri artinya satu orang lelaki boleh memiliki istri lebih dari satu (sampai 4). Ayat ini tidak pernah ditafsirkan kalau istri itu harus satu dan/atau sampai mati. Tidak. Garis besar ayat ini menjelaskan adanya pasangan/jodoh bagi setiap individu.
2. Menikah-lah Maka Rejekimu akan Lancar
Firman Alloh dalam Alquran surat Ar-Nuur ayat 32
”Wa ankihuulayaamaa minkum wassholihiin min ibaadikum wa imaaikum iyyakuunu fuqoroo’a yughnihimulloohu min fadlih. Waaloohu waasi’un ’aliim”
Artinya:
"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."
Penjelasan:
Sebenarnya kita tidak perlu ragu lagi untuk menikah, dengan adanya janji Alloh dalam surat diatas kita sudah dipastikan rejekinya, ibarat sungai itu sudah ada jalurnya, lebarnya, dalamnya dan kecepatannya. Kita hanya tinggal berusaha menemukannya saja.
Jika suatu saat ada orang yang mengatakan, "secara materi saya belum siap," saya akan selalu mengejar dengan pertanyaan yang lain, "berapa standar kelayakan materi seseorang untuk menikah?" Tak ada..!!!. Sebenarnya tak ada. Jika kesiapan menikah diukur dengan materi, maka betapa ruginya orang-orang yang papa. Begitu juga dengan kesiapan-kesiapan lain yang bisa diteorikan seperti kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya. Selalu tak bisa dimatematiskan. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa menikah adalah sesuatu yang sangat kodrati.
Bukan dalam arti saya menyalahkan teori-teori kesiapan menikah yang telah dibahas dan dirumuskan oleh para ahli. Tentu saja semua itu perlu sebagai wacana memasuki sebuah dunia ajaib bernama keluarga.. Sebagai contoh saja, banyak pemuda berpenghasilan tinggi, namun belum juga merasa siap untuk menikah. Belum siap..lah...Belum qodar lah (belum usaha..kok bilang qodar). Lagi nyicil..lah dll begitu sanggah mereka. Itu alasan yang paling mudah dijumpai.
Diposkan oleh alexbernadi di Rabu, Februari 04, 2009 1 komentar
Label: Ngetim
Rabu, 15 Oktober 2008
Cinta Jarak Jauh
Beberapa saat yg lalu ada yang bertanya ke saya, apa suka dukanya memiliki calon istri yang dipisahi oleh jarak? Cowoknya di Batam doinya di kalimantan.
Mencintai seseorang yang dibatasi oleh jarak tentunya akan sangat merepotkan, apalagi yang tongpes..rasa rindu akan sangat menyiksa Anda untuk segera bertemu, apa akal?
Ada beberapa saran yg dapat saya anjurkan:
1. Anda harus mendapatkan ’cintanya’ sebab dengan berjauhan sangat mudah baginya terpengaruh org lain (cintanya pindah ke lain hati).
Caranya, Anda harus:
• Memberikan perhatian lebih padanya dengan sering bertemu (yg tidak melanggar lho...) ajak adiknya atau temannya untuk nemenin supaya tidak nyepi, berikan hadiah kecil2an (bisa kartu ucapan atau buah yg di kemas menarik) tiap datang, supaya tidak melanggar, pemberiannya di ketahui pengurus/ortu (via pengurus). Gunakan setiap pertemuan untuk mengetahui lebih dalam tentang cita-citanya, kesukaannya dll.
• Pertemuan bisa diisi dengan nasehat agama/mengkaji qur'an-hadist (supaya tambah keimanannya). Semakin paham semakin tergerak hatinya untuk menikah
• Tunjukkanlah Anda layak sebagai suaminya, berpikiran dewasa, mampu memimpin/ngemong, PD/mandiri
• Lumpuhkan hatinya, dengan memberikan ’pandangan mata’ (baca kepribadiannya), jangan lupa, pujilah penampilannya, wajahnya atau apapun kejadian didirinya saat itu.
• Tanyakan pada org yg dipercaya (ibu/bapak atau adik/sdrnya) minta pendapat mereka, ”apa yg pantas harus saya lakukan untuk meluluhkan hatinya?”
• Ketahuilah, bentuk penolakan dia (belum mau saat ini) adalah cara dia untuk mengetes kekuatan cintamu (apakah Anda benar sungguh-sungguh???), kalau perlu buktikan!!, dengan menyampaikan lamaran
2. Setelah melakukan usaha untuk mencapainya, berprasangka baiklah pada Alloh (kalau dia jodoh saya, dia tidak akan lari kemana...) Dengan berprasangka baik, kita akan tetap fokus kearah keberhasilan. Ikuti firasat anda. Perhatikan tanda-tanda. Dengarkan intuisi Anda, ini akan memicu tindakan terilhami anda.
3. Sabar dan pasrahkan semuanya pada Alloh. Banyaklah berdoa dan sholat malam (termasuk istikhoroh). Sabar adalah sebuah bentuk kekuatan, inilah harga yg harus Anda bayar, apakah Anda kuat menahan sampai hatinya tergerak..., sampai hatinya luluh.... dan itu tidak akan lama kalau anda sabar. Pasrah adalah setelah setiap usaha yg kita lakukan, pilihan apa yg kita inginkan, biarkan kekuatan Alloh akan membawanya pada anda. Biarkan Dia (Alloh) mengatur peristiwa yg akan mewujudkan keinginan Anda.
Usaha lainnya, kamu supaya BERTINDAK secepatnya, yaitu dengan cara
1. Cepat datangi si dia dan melamar si doi langsung...perlu koordinasi sama pengurus setempat atau keluarganya
2. Siapkan dana, terutama setelah melamar dan menanyakan mas kawin yg diminta..kamu harus persiapan dari sekarang...Kalau ternyata harga tinggi khan bisa dicicil
3. Banyak2 berdoa & sholat malam...Pasrahkan semua pada Alloh..InsyaAlloh keajaiban akan terjadi dengan pertolongan Alloh
4. Jangan lupa harus sering komunikasi dengan ortu (ibu) juga dengan doi..minimal sms
Ayoo bertindak...!
Semoga membawa manfaat dan Barokah
Diposkan oleh alexbernadi di Rabu, Oktober 15, 2008 0 komentar
Label: Nasehat
Jumat, 25 Juli 2008
PEASAN (tim) PERKAWINAN
Mengawali tulisan saya yang pertama ini, perkenankan kami mengucapkan: Barokallohulakum...! Pada pasangan mas Agus Slow dan Ratih yg telah melangsungkan pernikahannya pada minggu 20 Juli kemaren. Selanjutnya kami akan berkirim sebuah “pesan perkawianan” buat sedulur semua. Bukan sebuah bingkisan layaknya paket atau parcel, namun sebuah tips / nasehat terutama bagi pasangan muda, juga untuk semua muda/i yang akan memasuki dunia perkawinan.
Kunci Sukses Hubungan Pasangan
Ada banyak hal yang bisa pasangan lakukan untuk meningkatkan hubungan dan memberi ruang bagi kehidupan biologis yang lebih baik. Salah satu rahasianya adalah 4T: Time, Talk, Trust, dan Touch. 4T merupakan kunci terciptanya kepuasan hubungan tercapai, menjamin hubungan berkualitas dan sehat serta membuka kesempatan bagi pengayaan seksual.
Tidak dipungkiri setiap hubungan membutuhkan Time (waktu) agar hubungan terpelihara dan tumbuh subur. Satu dari keluhan pasangan adalah sedikitnya waktu untuk bersama yang disebabkan rutinitas sehari-hari seperti karir dan keluarga. Sekalipun jika mereka memiliki waktu bersama, pasangan merasa terputus karena mereka tidak tahu mengatasinya. Akibatnya tumbuh perasaan terpisah hingga berpengaruh pada kehidupan seksual. Jika ini yang terjadi, biasanya sulit memiliki waktu untuk mengatasi masalah ini ketika di rumah.
Practise makes perfect, biasakan memiliki waktu berdua bersama pasangan tanpa beban apapun termasuk waktu bagi aktivitas seksual. Artinya Anda tidak perlu terburu-buru hubungan intim hanya karena pasangan Anda kuatir kehilangan ereksi. Biarkan hubungan seksual tetap hidup dan bukan hanya terfokus pada hubungan intim. Keinginan dan kerja sama dengan pasangan itu penting. Perhatikan pasangan Anda secara umum bukan hanya seksual saja. Malam yang tenang dan sunyi dapat menjadi tonik bagi pasangan.
Talk (bicara), membuka pintu bagi keintiman untuk lebih saling berbagi sehingga memungkinkan ruang masing-masing pasangan berkembang. Penelitian menujukan pasangan yang sibuk hanya menghabiskan beberapa menit bicara setiap hari sehingga penting saling terhubung melalui pembicaraan. Banyak masalah seksual yang dialami pasangan diakibatkan pasangan enggan menyampaikan. Karena itu sikap terbuka dan berani berbicara dijamin dapat meningkatkan keintiman diantara pasangan.
Trust (percaya) biasanya tumbuh seiring dengan time (waktu) dan talk (bicara) karena sebuah hubungan bisa bertahan bila didasari pada kepercayaan. Percaya juga mejadi dasar tumbuhnya rasa aman satu sama lain dalam sebuah hubungan intim. Percaya juga mengurangi kekuatiran perlakuan kasar dan penolakan dan memungkinkan pasangan merasa santai dalam kehadirannya.
Touch (sentuhan, belaian, pelukan), kita dibesarkan dan disayang dengan cinta dan sentuhan kasih sayang orang tua dan keluarga. Penelitian menujukan bayi yang tidak mendapat sentuhan kasih sayang orang tua gagal bertahan hidup. Seperti halnya bayi, orang dewasa-pun membutuhkan sentuhan, sentuhan kasih sayang diantara pasangan baik di dalam maupun di luar tempat tidur karena hal ini merupakan bagian penting dalam hidup bersama.
4T ini sangat penting dilakukan dalam hubungan bersama pasangan sebagai dasar hubungan yang sehat dan lingkungan bagi keterbukaan, kejujuran dan kepuasan seksual. (selamat bulan madu..!)
Diposkan oleh alexbernadi di Jumat, Juli 25, 2008 1 komentar
Label: Nasehat
Jumat, 13 Juni 2008
Menyingkap Akar Sejarah Poligami
Poligami merupakan topik kajian yang selalu sengit diperdebatkan dalam diskursus fiqh munakahat Islam. Tak jarang sejumlah sejarawan melancarkan serangan telak bahwa Nabi Muhammad-lah yang pertama kali memprakarsai tradisi poligami. Jelas, tudingan macam itu terlalu mengada-ada. Sejarah membuktikan bahwa tradisi poligami sudah ada jauh sebelum Islam datang di kalangan suku-suku Arab pra-Islam,
Inilah cikal bakal silang pendapat poligami yang didedahkan Murthadha Muthahhari dalam bukunya, Duduk Perkara Poligami. Ia menggali akar poligami sejak perkembangannya yang paling purba. Bagaimana mungkin para sejarawan berkesimpulan bahwa Islam menumbuhsuburkan adat poligami, padahal usia poligami lebih tua dari usia Islam itu sendiri.
Sayang sekali, buku ini hanya hasil terjemahan satu bab dari The Right of Women in Islam (1981), bukan gagasan utuh Murthadha yang sangat erat kaitannya dengan polemik poligami. Inilah risiko yang mesti ditanggung akibat ketergesaan penerbit dalam mengejar target tema yang sedang santer diperbincangkan, tapi abai pada bagian-bagian yang "diduga" tak punya nilai jual.
Murthadha menyangkal poligami sebagai tirani, dominasi, dan perbudakan pria atas wanita. Muasal sejarah munculnya poligami bukan karena pria mendominasi wanita, lalu mereka merancang tradisi yang menguntungkan mereka. Kemunduran poligami juga bukan karena dominasi pria sudah mulai goyah.
Dalam konteks ini, ia menggunakan logika terbalik, kalau memang dominasi pria menjadi sebab poligami, kenapa Barat tidak menerapkannya? Padahal, di Abad Pertengahan, wanita Barat adalah wanita yang paling tidak beruntung di dunia. Seperti diakui Gustave le Bon bahwa pada zaman peradaban Islam, wanita diberi kedudukan yang persis sama dengan wanita Barat jauh hari kemudian. Setelah mempelajari sejarah zaman dahulu, tak ada lagi keraguan bahwa Islam mengajari kakek-kakek kita mengasihi wanita dan menghormatinya.
Kalau memang Islam menaruh hormat pada hak-hak wanita, kenapa hanya kaum pria yang boleh menikahi lebih dari satu istri (poligami), sementara wanita tidak? Murthadha merujuk sebuah riwayat ketika sekelompok wanita menghadap Sayidina Ali dan bertanya, "Mengapa Islam memperkenankan laki-laki punya lebih dari seorang istri tapi tidak mengizinkan wanita bersuami lebih dari seorang? Bukankah ini tidak adil?"
Ali menyuruh masing-masing dari mereka mengambil cangkir berisi air, lalu meminta mereka menuangkannya ke dalam mangkuk besar. Setelah cangkir-cangkir mereka kosong, Ali meminta mereka mengisi kembali cangkir dengan air dari mangkuk besar itu, dengan ketentuan mereka harus mengambil air yang tadi ditumpahkannya. "Air itu sudah tercampur, tak mungkin dipisahkan lagi," kata mereka. Maka, Ali berkata, "Bila seorang istri punya beberapa orang suami, ia akan melakukan hubungan seks dengan setiap suaminya, kemudian ia akan hamil. Bagaimana ia menentukan ayah anak yang dikandungnya?"
Murthadha hendak meluruskan pemahaman yang keliru terhadap tradisi poligami. Ia tak berpretensi memaklumatkan poligami lebih bermartabat ketimbang monogami. Ia hanya mempertanyakan, mengapa banyak orang mengecam keras poligami, sementara pada saat yang sama seks bebas dan homoseksual justru diperkenankan. Pria-pria modern bisa gonta-ganti pacar tanpa memerlukan formalitas mahar, nafkah, atau perceraian.
Bertrand Russell, pemikir yang paling keras mengecam poligami, dalam otobiografinya berkisah bahwa dalam hidupnya ada dua wanita setelah ibunya, yaitu Alys (istrinya) dan Lady Ottoline Morell (kekasihnya). Meski Russell tidak menyukai poligami, suatu hari filsuf itu jujur mengakui: "Mendadak saya sadar bahwa saya tidak lagi mencintai Alys." Kalau sudah begini, tentu poligami tak berguna lagi. Poligami atau tidak, hubungan perkawinan tentu bukan sebatas urusan seks.
DUDUK PERKARA POLIGAMI
Judul Asli : The Right of Women in Islam
Penulis : Murthadha Muthahhari
Penerbit : Serambi,
By: Damhuri Muhammad (Alumnus Pascasarjana Filsafat UGM)
Diposkan oleh alexbernadi di Jumat, Juni 13, 2008 1 komentar
Label: Buku



